Kota Batu memiliki banyak budaya yang dapat dinikmati oleh para wisatawan maupun warga Kota Batu itu sendiri, diantaranya:
a) Budaya Seni Banteng

Seni
Tradisional Bantengan adalah sebuah seni pertunjukan budaya tradisi
yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan, musik, dan
syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis. Pelaku Bantengan
yakin bahwa permainannya akan semakin menarik apabila telah masuk tahap
“trans” yaitu tahapan pemain pemegang kepala Bantengan menjadi kesurupan
arwah leluhur Banteng (Dhanyangan).
Perkembangan kesenian bantengan di Kota Batu telah dimulai sejak pada jaman perjuangan. Pada masa tersebut, para pemuda Kota Batu (yang masih menjadi bagian Kadipeten Malang) banyak dikirim ke Pondok Pesantren untuk mempelajari Ilmu Kanuragan Pencak Silat yang berpusat di daerah Jombang.
Seperti yang telah disebutkan diatas, erat kaitan kesenian bantengan dengan Pencak Silat, maka setelah nyantri (mencari ilmu di Pondok Pesantren) para pemuda Batu kembali kekampung halaman dan mendirikan padepokan Pencak Silat. Untuk menarik para pemuda yang ada di perkampungannya mau mempelajari Kanuragan Pencak Silat, maka dikembangkanlah kesenian Bantengan dengan penokohan hewan Banteng yang liar sedang melawan Macan (Harimau).
Pada masa perjuangan melawan penjajah tersebut, penokohan ini dilambangkan yaitu hewan Banteng yang hidup koloni (berkelompok) adalah lambang Rakyat Jelata dan hewan Macan (Harimau) melambangkan Penjajah Belanda, serta ada tokoh hewan Monyet yang suka menggoda Banteng dan Macan serta memprovokasi keduanya untuk selalu bertarung. Monyetan ini melambangkan Provokator.
Sampai saat ini, kesenian Bantengan Batu (yang telah berotonommi menjadi Kotamadya tersendiri lepas dari Kabupaten Malang) masih terus menjaga eksistensinya. Bahkan pada perkembangannya di pelosok pelosok pedesaan, kesenian Bantengan telah mampu berdiri sendiri diluar kelompok Padepokan Pencak Silat.
Selanjutnya, kesenian Bantengan yang berkembang pesat di Batu ini dibawa oleh salah satu tokoh pencak silat di daerah Bumiaji menuju wilayah Pacet Mojokerto (karena letak dua wilayah yang berdekatan di lereng pegunungan Arjuno-Welirang) dan dikembangkan kesenian ini sampai sekarang.
Perkembangan kesenian bantengan di Kota Batu telah dimulai sejak pada jaman perjuangan. Pada masa tersebut, para pemuda Kota Batu (yang masih menjadi bagian Kadipeten Malang) banyak dikirim ke Pondok Pesantren untuk mempelajari Ilmu Kanuragan Pencak Silat yang berpusat di daerah Jombang.
Seperti yang telah disebutkan diatas, erat kaitan kesenian bantengan dengan Pencak Silat, maka setelah nyantri (mencari ilmu di Pondok Pesantren) para pemuda Batu kembali kekampung halaman dan mendirikan padepokan Pencak Silat. Untuk menarik para pemuda yang ada di perkampungannya mau mempelajari Kanuragan Pencak Silat, maka dikembangkanlah kesenian Bantengan dengan penokohan hewan Banteng yang liar sedang melawan Macan (Harimau).
Pada masa perjuangan melawan penjajah tersebut, penokohan ini dilambangkan yaitu hewan Banteng yang hidup koloni (berkelompok) adalah lambang Rakyat Jelata dan hewan Macan (Harimau) melambangkan Penjajah Belanda, serta ada tokoh hewan Monyet yang suka menggoda Banteng dan Macan serta memprovokasi keduanya untuk selalu bertarung. Monyetan ini melambangkan Provokator.
Sampai saat ini, kesenian Bantengan Batu (yang telah berotonommi menjadi Kotamadya tersendiri lepas dari Kabupaten Malang) masih terus menjaga eksistensinya. Bahkan pada perkembangannya di pelosok pelosok pedesaan, kesenian Bantengan telah mampu berdiri sendiri diluar kelompok Padepokan Pencak Silat.
Selanjutnya, kesenian Bantengan yang berkembang pesat di Batu ini dibawa oleh salah satu tokoh pencak silat di daerah Bumiaji menuju wilayah Pacet Mojokerto (karena letak dua wilayah yang berdekatan di lereng pegunungan Arjuno-Welirang) dan dikembangkan kesenian ini sampai sekarang.
b) Budaya Seni Sanduk
Sanduk
adalah sebuah tarian yang dimainkan oleh banyak orang serta diiringi
dengan musik pengiringnya. Tari sanduk dapat diikuti oleh semua orang
tidak terkecuali dan tidak mengenal umur, baik anak-anak maupun orang
dewasa. Tarian ini biasanya ditampilkan pada saat perayaan-perayaan
tertentu maupun festifal yang diperlombakan.
2. Makanan Khas Kota Batu
Selain terkenal dengan wisata budayanya Kota Batu juga terkenal dengan makanan dan minuman khasnya, berikut adalah makanan dan minuman khas Kota Batu:
Kripik Apel
Selain terkenal dengan wisata budayanya Kota Batu juga terkenal dengan makanan dan minuman khasnya, berikut adalah makanan dan minuman khas Kota Batu:
Kripik Apel
Keripik
apel adalah keripik hasil olahan buah apel yang digoreng dengan cara
khusus, biasanya menggunakan mesin penggoreng hampa. Jika menggunakan
cara penggorengan biasa yakni dengan menggunakan kuali/wajan buah apel
tidak akan menjadi keripik karena buah akan rusak terkena suhu panas
yang berlebih. Dengan menggunakan mesin penggoreng hampa buah apel
digoreng dengan suhu yang lebih rendah sekitar 50°-60°C sehingga tidak
merusak buah apel tersebut.
Jenang Apel
Jenang apel adalah salah satu
makanan khas Kota Batu yang berbahan dasar apel. Buah apel diolah
menjadi bubur dan dimasak hingga benar-benar matang dan sedikit
mengeras. Rasa jenang apel ini sangat manis. Jenang apel sangat cocok
dijadikan oleh-oleh khas kota Batu.Sari Apel

Sari apel adalah salah satu minuman yang terkenal dari Kota Batu. Sari apel adalah minuman yang berbahan dasar apel yang dioleh dan diambil sarinya. Sari apel sangat cocok dijadikan oleh-oleh khas Kota Batu.
3. Ciri Khas Kota Batu
Karena Kota Batu terletak di pegunungan, Kota Batu memiliki hawa yang sejuk dan cocok dijadikan untuk bercocok tanam. Kota Batu terkenal dengan pertanian sayur-sayuran dan buah-buahannya. Selain terkenal dengan penghasil sayur-sayuran dan buah-buahan Kota Batu juga terkenal dengan wisatanya. Pasti sudah tidak asing lagi kan dengan wisata-wisata yang ada di Kota Batu? berikut adalah sebagian tempat wisata di Kota Batu.
Jawa Timur Park 1
Jatim
Park adalah sebuah tempat rekreasi dan taman belajar yang terdapat di
Kota Batu, Jawa Timur. Obyek wisata ini berada sekitar 20 km barat Kota
Malang, dan kini menjadi salah satu icon wisata Jawa Timur. Obyek wisata
ini memiliki 36 wahana, diantaranya kolam renang raksasa (dengan latar
belakang patung Ken Dedes, Ken Arok, dan Mpu Gandring), spinning
coaster, dan drop zone. Wahana pendidikan yang menjadi pusat perhatian
diantaranya adalah Volcano dan Galeri Nusantara yang juga terdapat
tanaman agro, diorama binatang langka, dan miniatur candi-candi.jatim park 1 beralamat di jl.kartika no.2,yg berdekatan dengan Klub Bunga.
Jawa Timur Park 2
Sedikit
berbeda dengan Jatim park 1 yang lebih ditujukan sebagai taman bermain
dan hiburan, Jatim park 2 lebih menunjukan tempat belajar selain tempat
bermain. Jatim park 2 mengusung konsep belajar ilmu alam, biologi dan
pembelajaran satwa yang disajikan dengan latar belakang sesuai
habitatnya. Jawa Timur Park 2 dibangun di wilayah malang Jatim park 2
terdiri dari Museum Satwa, Batu Secret Zoo dan Pohon Inn Hotel.
Batu Night Spectacular
Batu
Night Spectacular – BNS adalah sebuah tempat rekreasi baru di Kota Batu,
tepatnya berada di Desa Oro-Oro Ombo. Perjalanan menuhu BNS menggunakan
kendaraan pribadi memerlukan waktu tidak lebih dari 15 menit dari pusat
kota., jika kondisi lalu lintas sedang lancar. Sesuai namanya, Batu
Night Spectacular merupakan sebuah tempat wisata keluarga yang hanya
dapat dinikmati malam hari, buka mulai pukul 15:00 sampai dengan 24:00.
Dengan memiliki waktu operasional dimalam hari, Batu Night Spectacular
merupakan sebuah alternatif tujuan untuk melepaskan penat dari beban
rutinitas kerja atau kegiatan lain yang telah dilakukan pada siang hari.
Rasanya sangat tidak berlebihan jika saya menyebut BNS sebagai
satu-satunya tempat rekreasi keluarga yang dapat dinikmati pada malam
hari untuk seputaran kota Batu, karena disini tersedia banyak permainan
yang bisa dinikmati oleh pengunjung dari segala umur dengan tiket masuk
yang sangat murah, yaitu sebesar 10 ribu rupiah untuk tiap orang.
Mungkin inilah disneyland-nya kota Batu.
Museum Angkut
Museum Angkut berlokasi di Kota Batu, tepatnya di Jl. Terusan Sultan
Agung Atas no. 2 Kota Wisata Batu Jawa Timur. Lokasinya berdekatan
dengan Jawa Timur Park 1. Untuk menuju ke Museum Angkut, kita tinggal
mengikuti petunjuk jalan menuju Jawa Timur Park 1 yang sudah banyak
terpasang di sudut Kota Batu, karena Museum Angkut masih tergolong
tempat wisata baru di Kota Batu, jadi sign petunjuk jalannya masih
sangat minim. Setelah sampai di depan Jawa Timur Park 1, kita tinggal
jalan lurus terus, pas di ujung jalan itulah tempat Museum Angkut.
Museum Angkut menyimpan banyak koleksi untuk di pamerkan, berupa alat
–alat transportasi kuno sampai yang paling modern, mulai dari becak,
andong, sepeda onthel, sepeda motor, mobil dari bermacam merk seperti
Lincoln, Ford, Chevrolet, Morris, Buick Series bahkan Hummer, ada juga
miniatur kapal, helicopter, bahkan pesawat yang nangkring di atas gedung
Museum Angkut. Semua jenis alat trasportasi tersebut di pajang rapi di
berbagai zona dan di setting untuk dibuat seperti aslinya. Berikut
beberapa zona yang ada di Museum Angkut : Zona Hall Utama & Edukasi,
Zona Sunda Kelapa & Batavia, Zona Gangster Town & Broadway
Street, Zona Eropa, Zona Istana Buckingham (Buckingham Palace), Zona Las
Vegas, Zona Hollywood dan Zona Pasar Apung.
Sumber : klik disini
Sumber : klik disini







Tidak ada komentar:
Posting Komentar